Perhutani dan BI Tasikmalaya Perkuat Hilirisasi Kopi Agroforestri

Sosial Tanggal: 2026 - 07 - 21 127 views Penulis: Rafi
Perhutani dan BI Tasikmalaya Perkuat Hilirisasi Kopi Agroforestri
TASIKMALAYA, PERHUTANI (21/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar pembahasan pendampingan pengembangan hilirisasi kopi agroforestri Kabupaten Tasikmalaya di Ruang Rapat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Senin (20/07). Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan nilai tambah komoditas kopi agroforestri sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Administratur/KSKPH Perhutani KPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman, yang didampingi oleh Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) Salim beserta staf. Sementara itu, dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya hadir Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusi, dan Syariah, Indah Pratiwi Mursanti beserta jajaran.

Pembahasan difokuskan pada pengembangan rantai nilai (value chain) kopi agroforestri, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan produk bernilai tambah, penguatan kelembagaan kelompok tani hutan, hingga strategi pemasaran dan perluasan akses pasar. Selain itu, kedua belah pihak membahas rencana pendampingan teknis, penguatan kapasitas kelembagaan, serta penyusunan langkah kolaboratif untuk mendukung pengembangan kopi agroforestri secara berkelanjutan di Kabupaten Tasikmalaya.

Wakil Administratur/KSKPH, Rodiana Rahman menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen mendukung pengembangan komoditas unggulan berbasis agroforestri melalui penguatan hilirisasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar hutan.

“Pengembangan hilirisasi merupakan tahapan penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi. Melalui sinergi dengan Bank Indonesia, kami berharap tercipta ekosistem bisnis kopi agroforestri yang lebih kuat, mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga pemasaran, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan,” ujar Rodiana.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusi, dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Indah Pratiwi Mursanti menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah melalui pendekatan penguatan rantai nilai secara menyeluruh.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan produk kopi agroforestri Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki kualitas, daya saing, dan nilai tambah yang tinggi. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pengolahan, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Indah.

Melalui pertemuan ini, Perhutani KPH Tasikmalaya dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil pembahasan melalui program pendampingan yang terintegrasi. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya hilirisasi kopi agroforestri yang berdaya saing, berkelanjutan, serta menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi hijau di Kabupaten Tasikmalaya.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)